Berani Ngeblog

Selasa, 21 Desember 2010
           Saat saya menulis ini, saya masih dalam taraf belajar membuat blog. Dengan panduan sebuah buku yang berjudul "Buku Sakti Nge-Blog" karya Putu Hadi, saya mulai tergerak untuk membuat blog. Temanku yang meminjami buku ini, Setyo Prajoko namanya. Dengan membaca dan kemudian mempraktikkannya langsung, saya mulai mengerti dan semakin terpacu untuk memahami dan mengaplikasikannya walau terkadang ada bagian-bagian yang belum bisa saya pahami. Memang awalnya saya kurang tertarik dengan blog, mungkin karena saya belum mempunyai laptop sendiri kali ya...hehehehe, jadi pikirku hal itu tidak akan praktis karena harus pergi ke Warnet setiap kali mau mempostingkan tulisan saya, tetapi kemudian pola pikir yang demikian mulai saya rubah, lagian saya juga lumayan sering ke Warnet untuk sekedar browsing atau iseng-iseng update status hehehe... Jadi daripada hanya sekedar itu-itu saja kegiatan di depan monitor, lebih baik saya mempostingkan tulisan saya ke blog.
          Jadi seperti ungkapan peribahasa lama yang sering diajarkan dalam pelajaran Bahasa Indonesia yang berbunyi "Sambil menyelam minum air". ternyata peribahasa itu juga berlaku untuk saya, jadi biar kembung sekalian tidak apa-apa yang penting kita bisa memberi ilmu atau sekedar info, tidak sekedar mengambil saja saat di depan monitor. Dengan memiliki blog dan menelolanya, kita otomatis tergerak untuk belajar menuliskan ide-ide atau gagasan yang ada di otak kita. Kepiawaian dalam menulis ini tidak kita dapatkan dari semua orang. Terkadang ada orang yang pandai sekali berbicara di depan umum tetapi ketika disuruh menulis ia tidak bisa bahkan angkat tangan tanda menyerah, tetapi sebaliknya, ada orang yang kelihatannya pendiam tetapi ia pandai sekali menuangkan gagasan dan idenya dalam bentuk tulisan. Saya lebih suka tipe orang yang kedua ini, karena dengan menulis kita akan belajar berfikir sistematis. Karena seorang penulis dituntut untuk bisa menampilkan buah karya tulisannya secara sistematis agar mudah dipahami pembaca. Satu lagi yang membuat seorang  penulis lebih unggul daripada seorang yang hanya pandai berbicara, yakni setiap tulisannya akan dipertanggungjawabkan. Jadi seorang penulis ketika berani menuliskan gagasan atau idenya berarti ia juga berlatih mempertanggungjawabkan setiap tindakannya. Bahasa Jawanya "Isa dicekel omongane" 'Bisa dipegang/dipercaya bicaranya'. Jadi bagaimana dengan Anda??  Mau mencoba...

3 komentar:

{ dunia download film } at: 13 Mei 2011 pukul 21.52 mengatakan...

tak pinjeme mas bukune itu :D

{ Eko Haryanto } at: 30 Mei 2011 pukul 05.47 mengatakan...

hehehe boleh aja tapi itu buku milik temenku, tapi kalau mau pinjem juga gpp. thank comennya yak!

{ dunia download film } at: 4 Juni 2011 pukul 20.55 mengatakan...

ok sama2 mas. follow blog saya yak pak :D

Posting Komentar